Kulineria cahndeso-kulineria-glodok-gloria

Published on August 27th, 2013 | by cah88

0

Kuliner di Glodok, Gang Gloria

Tjataten : Ini merupakan seri pertama dari seri kulineria pada situs ini, semoga dapat memberi gambaran betapa kaya budaya Jakarta dan Indonesia khususnya lewat kelana kuliner. Tabik.

Bicara imlek di Jakarta saat ini orang sudah kebanyakan lari ke mal. Sebagai kota dengan jumlah mal terbanyak di negeri ini tentunya lebih terasa nyaman merayakan suasana nya di sana. Tapi bagi sebagian warga Jakarta utamanya keturunan Tionghoa, merayakan imlek tanpa mengunjungi pecinan Glodok Jakarta Barat di rasa tidak sah.

Tersebarnya Kuliner di daerah Glodok dan sekitarnya merupakan salah satu alasan orang mengunjungi. Terlebih mereka yang punya nostalgia, seperti saya juga. Menariknya lagi, Kuliner Utama di Glodok dan sekitarnya ini sekarang terpusat di dalam Gang.

Setidaknya ada 3 Gang yang dapat di sebut sebagai pusat dari kuliner di daerah Glodok dan sekitarnya. Gang Gloria, Gang Tian Liong dan Gang di Pojokan pertigaan ke arah Pintu Kecil yang gw sebut Gang Rujak Juhi. Di luar tida gang ini Kuliner nikmat juga ada deretan ruko di Samping Gang Rujak Juhi. Deretan depan Tian Liong. Gedung Chandra. Dan sepanjang jalan Toasebio.

Perjalanan Kuliner kali ini di mulai dari Gang Gloria. Gang Gloria ini letaknya sekitar 300 meter dari arah Jembatan Pasar Glodok. Bisa juga masuk dari arah jalan Pintu Besar Selatan, jika anda sudah hapal jalan.

Di sebut gang Gloria, sebab di sisi kiri nya dulu ada sebuah SuperMarket bernama Gloria yang logonya bergambar angsa berwarna biru.

Di sisi kanan ada dulu ada tempat dingdong dan biliar bernama Fortuna, sekarang sudah menjelma jadi hotel.

Orang lebih gampang menyebutnya Gloria, di dalam gedung ini dulu banyak orang berjualan obat tradisional Cina di lantai 1. Dan di bawah ada toko kelontong terkenal bernama Jap Heng Lay, yang terkenal dengan jualan permen Kiam Boi, permen nougat cap Kuda Balap, permen susu agar agar cap kelinci. Dan tentu yang tak terlupa sama gw adalah Bak Cang Ketan dan Beras yang berisi Daging Babi, bila perayaan Peh Cun tiba, maka isi Bak Cang ini akan di tambah Telur Asin. Rasanya, maknyus. Selain itu di sekitar gedung Gloria dulu banyak toko buah, dan juga buah yg dijual potongan. Segar dan manis.

Gedung Gloria ini sekarang tinggal kenangan, kebakaran hebat tahun 2009 menyebabkan gedung mesti di robohkan.Toko buah dan buah potongan pindah entah kemana. Sementara Jap Heng Lay masih bisa di jumpai di gang Pintu Besar Selatan Belakang.

Nah masuk ke gang Gloria, deretan penjual snack seperti kacang, manisan dan permen akan menyambut di depan gang. Ini gang memang gang senggol sih. Setelahnya ada nasi campur Hok, hati hati ya, yang di sebut nasi campur di kawasan Gang Gloria ini menggunakan daging babi. Selanjutnya ada Bakmi Amoy, sampai sekarang gw masih menerka kenapa di kasih nama amoy, sebab yang jual sudah bukan amoy lagi. Mungkin dulu sering lewat amoy cantik di sini ya. Bakso Goreng si Amoy ini boleh coba, harga bakso sebesar kepalan tangan orang dewasa ini 5000 rupiah.

Bakminya boleh pilih daging ayam atau babi, seporsi 16 ribu. Rasanya, boleh tahan. Kalau haus, segelas es jeruk 6000 rupiah siap mengurangi dahaga di leher.

Di belakang Bakmi Amoy ada Ketupat Sayur encim yang sangat sohor. Seporsi ketupat sayur dengan ayam opor bisa pilih mau dada atau paha, 26 ribu. Bila tidak suka ketupat, di belakangnya masih ada deretan gerobak dengan panci besar berisi macam makanan apa itu ? ada PiOh alias bulus, ada sekba alias jerohan babi yang di masak dengan kuah sayur asin. PiOh dan sekba ini dijual potongan seperti kita membeli siomay.

Tempat nongkrong tertua di sini adalah Kedai Kopi Tak Kie. Konon sudah ada dari sebelum jaman Jepang. Kopinya di seduh dalam Tangki Aluminium besar. Jika anda datang saat pengunjung tidak begitu ramai, bisa ajak ngobrol pemilik kedai kopi ini, dia penikmat fotografi juga lho, gw pernah di kasih liat koleksi Ricoh kotak yang old fashioned. Kalau mau mampir sini sila datang sebelum jam 2 sore ya. Sebab setelah itu akan tutup. Kedai kopi ini sangat konsisten cuma menjual kopi hitam saja. Bisa di pesan panas atau di beri es batu. Rasanya, wangi mantap. Harga per gelas 9000 rupiah saja.

Masih ada apa lagi di Gang Gloria ?

Setelah kedai kopi Tak Kie, ada Pangkas Rambut alias barbershop Ko Tang. Bacanya agak lambat dan di pisah ya, kalau cepat bisa salah dengar nanti, haha. Ini barbershop legendaris juga. Langganan bokap dulu. Dengar dengar pak Bondan juga suka mampir sini lho :)

Setelah Ko Tang ada Soto Betawi A Fung.

Soto Betawi sedap hasil racikan peranakan Tionghoa ini sudah berusia puluhan tahun, bisa di tukar per mangkuk dengan uang 20 an ribu. Kalau si enci lagi baik hati, gw suka dapat bonus sepiring buah gratis. Namanya memang sama dengan bakso sapi itu ya, tapi pemilik beda, yang sama rejekinya.

Takut kolesterol makan soto, ada bubur Tio Ciu setelah soto betawi. Dulu di depan bubur ini ada tukang cakwe dan kue bantal yang sangat enak. Sekarang tinggal bubur saja. Buat yang kangen dengan bubur khas Tio Ciu Pontianak tempat ini bisa mengurangi kangen. Gw sendiri bukan penggemar bubur jenis ini.

Sudah habis ? Belum. Masi ada toko Ham Kawi. Buat yang suka masak tentunya pernah mampir di sini. Hamnya boleh untuk masak nasi goreng hongkong di rumah. Belum lagi bisa beli sekalian bumbu ngohiong yang otentik. Dijamin disayang mertua deh. Jangan lupakan juga Keripik Kentang Ebi yang gurih dan halal. Sekali coba di jamin ketagihan dan ingin belil lagi. Di seberang toko Ham Kawi masih ada warung bebek legendaris yang pernah jadi inspirasi film Berbagi Suami nya Nia Dinata. Dan jangan lupa juga otak otak nyonya Sulaeman masih ada di sini. Dulu ada juga nasi kari yang nikmat di sini.

Makin ngiler ? Tahan dulu.

Belok ke kiri ada satu warung sederhana berwarna biru, namanya Gado Gado Direksi. Sesuai nama, yang makan di sini konon direksi bank sepanjang jalan asemka. Om Liem taipan mantan pemilik BCA adalah salah satunya. Warung yang sempit ini cuma bisa menampung lima enam orang saja. Sebab itu kebanyakan pembeli rata rata bungkus. Ini gado gado enak rasa, enak harga. Sepiringnya 24 ribu. Bisa pakai lontong atau nasi putih. Saingan rasa gado gado yang buka sejak 1967 ini adalah Boplo, Cemara dan Taman Sari.

Perjalanan Kuliner di Gang Gloria berakhir di sini. Nanti kita sambung ke Gang TianLiong ya. Dan Gang Lainnya juga tempat makan lain yang masih banyak bertebaran seputar Glodok.

Xin Nien Kuai Le, Gong Xi Fat Cai, Wan She Ru Yi !

limo service chicago
san diego divorce lawyers
How to Get Rid of Dust Allergies
wordpress website templates
people mostly decides to buy tramadol
price generic xanax
raspberry ketone free trial

Tags: , , , , , , , ,


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑